Sebagian besar kebutuhan hidup pasti meningkat harganya setiap tahun, Istilah teknisnya inflasi. Sebagai patokan lihat saja biaya pendidikan yang selalu naik di kisaran 2-3% di atas tingkat inflasi rata-rata tahunan.
Hal ini takkan menjadi problem jika pendapatan seseorang juga meningkat seimbang dengan kenaikan riil inflasi. Sayangnya ini jarang dialami. Karena itu orang perlu melakukan upaya untuk melindungi uangnya dari gerusan inflasi yang hampir pasti selalu terjadi.
Bagaimana caranya?
Lakukan investasi. Cara ini paling manjur untuk melawan lonjakan inflasi. Investasi memberi manfaat jauh lebih maksimal dibanding menyimpan uang di lemari, atau bahkan menabung di bank.
Namun sebelum mulai berinvestasi, sangat disarankan bagi siapa pun untuk memastikan dulu
tujuan investasi, yakni apakah untuk jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Kemudian, ketahuilah profil risiko diri sendiri. Cara termudah mengetahuinya dengan melihat usia. Semakin muda usia, orang cenderung semakin bertoleransi terhadap risiko tinggi.
Seorang investor yang baik dituntut untuk melakukan
investasi dengan penuh komitmen dan rutin. Selain itu, jangan menggunakan dana sisa untuk investasi, tapi sisihkan dana tersebut di depan. Ingatlah bahwa setiap investasi juga mengandung risiko, sekecil apa pun itu.
Calon investor bisa memilih begitu banyak
produk investasi yang tersedia. Namun secara garis besar, investasi bisa dilakukan di tiga instrumen, yakni real assets berupa properti,emas,dll, business assets berupa toko,warung, serta paper assets seperti saham, obligasi, reksa dana.
Setiap instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan investor dan situasi ekonomi. Berkonsultasilah dengan perencana keuangan dan orang yang telah memahaminya.